Vitamin yang dianggap baik untuk jantung ini ternyata bisa memengaruhi pembekuan darah. Pada dosis tinggi, efeknya mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan.
Banyak orang lanjut usia rutin mengonsumsi suplemen vitamin setiap hari dengan harapan menjaga kesehatan jantung dan tubuh seiring bertambahnya usia. Namun, beberapa penelitian terbaru mulai menimbulkan pertanyaan tentang satu jenis vitamin yang cukup populer. Ketika dikonsumsi dalam dosis tinggi melalui suplemen, vitamin ini diduga dapat memengaruhi risiko stroke tertentu—khususnya stroke yang disebabkan oleh perdarahan di otak, yang dikenal sebagai stroke hemoragik.
Hal penting yang perlu dipahami: kekhawatiran ini bukan berasal dari vitamin E yang diperoleh dari makanan alami seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, atau alpukat. Sumber alami tersebut umumnya aman dan bahkan bermanfaat bagi kesehatan. Yang menjadi perhatian adalah suplemen vitamin E dosis tinggi, terutama ketika dikonsumsi melebihi kebutuhan harian dalam jangka waktu lama.
Jika Anda berusia di atas 60 tahun dan rutin mengonsumsi kapsul vitamin E, mungkin ini saatnya meninjau kembali kebiasaan tersebut. Penelitian menunjukkan gambaran yang cukup menarik—dan mungkin mengejutkan.

Apa Kata Penelitian Tentang Vitamin E dan Risiko Stroke?
Vitamin E dikenal sebagai antioksidan larut lemak yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Karena sifatnya ini, vitamin E sering ditambahkan dalam suplemen yang dipasarkan untuk kesehatan jantung, anti-penuaan, atau dukungan sistem imun.
Namun, analisis besar yang menggabungkan data dari berbagai uji klinis dengan lebih dari 100.000 peserta menunjukkan hasil yang cukup kompleks.
Secara keseluruhan, konsumsi suplemen vitamin E tidak mengubah risiko total stroke secara signifikan. Tetapi ketika para peneliti memisahkan jenis stroke, mereka menemukan perbedaan yang menarik:
-
Stroke hemoragik (perdarahan di otak): Risiko meningkat sekitar 22% secara relatif pada orang yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.
-
Stroke iskemik (akibat penyumbatan pembuluh darah): Risiko tampak sedikit menurun sekitar 10% secara relatif.
Perlu dipahami bahwa risiko absolutnya tetap kecil. Dalam perkiraan kasar, dari setiap 1.000–2.000 orang yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi selama beberapa tahun, mungkin terdapat satu tambahan kasus stroke hemoragik. Namun karena jenis stroke ini sering lebih berbahaya dan memiliki komplikasi serius, temuan tersebut tetap menjadi perhatian bagi para ahli kesehatan.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Vitamin E dapat memengaruhi cara trombosit menggumpal dan proses pembekuan darah yang berkaitan dengan vitamin K. Dalam dosis tinggi—sering kali 400 IU atau lebih per hari—vitamin ini dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku. Efek ini mungkin membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, tetapi pada saat yang sama bisa meningkatkan risiko perdarahan.
Mengapa Orang Tua Lebih Rentan?
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Banyak lansia juga memiliki kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau mengonsumsi obat yang memengaruhi pembekuan darah, misalnya pengencer darah.
Jika suplemen vitamin E dosis tinggi ditambahkan ke dalam kondisi tersebut, efeknya mungkin memperkuat kecenderungan perdarahan.
Berikut gambaran perbandingannya:
Vitamin E dari makanan alami
(seperti almond, bayam, biji bunga matahari, alpukat)
→ umumnya terkait dengan efek netral atau bahkan perlindungan terhadap kesehatan jantung.
Suplemen vitamin E dosis tinggi (≥400 IU/hari)
→ beberapa analisis penelitian menunjukkan adanya perubahan kecil dalam pola risiko stroke.
Dosis rendah seperti pada multivitamin (sekitar 15–30 mg atau 22–45 IU)
→ biasanya tidak menunjukkan peningkatan risiko dalam sebagian besar penelitian.
Kesimpulan pentingnya adalah: bentuk dan dosis sangat menentukan dampaknya.
Langkah Bijak untuk Melindungi Kesehatan Otak
Tidak perlu panik atau langsung menghentikan semua suplemen. Yang lebih penting adalah membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
1. Periksa suplemen yang Anda konsumsi
Lihat label produk dan perhatikan kandungan vitamin E (biasanya tertulis sebagai alpha-tocopherol atau mixed tocopherols).
2. Utamakan sumber makanan alami
Segenggam almond, salad bayam, atau biji bunga matahari sudah dapat memberikan vitamin E dalam jumlah yang sehat tanpa risiko berlebihan.
3. Diskusikan dengan dokter Anda
Terutama jika Anda berusia di atas 65 tahun, memiliki riwayat stroke, tekanan darah tinggi, atau menggunakan obat pengencer darah.
4. Fokus pada gaya hidup yang terbukti melindungi jantung dan otak
Pola makan Mediterania, aktivitas fisik rutin, menjaga tekanan darah, dan tidak merokok memiliki bukti ilmiah yang jauh lebih kuat dalam menurunkan risiko stroke.
5. Ikuti dosis harian yang dianjurkan
Kebutuhan vitamin E untuk orang dewasa sekitar 15 mg (22 IU) per hari, kecuali dokter menyarankan berbeda.
Kesimpulan
Vitamin E dari makanan alami tetap merupakan bagian sehat dari pola makan. Namun, suplemen vitamin E dosis tinggi mungkin memiliki efek yang lebih kompleks terhadap risiko stroke, khususnya stroke hemoragik pada sebagian orang.
Hal ini tidak berarti vitamin E berbahaya. Sebaliknya, temuan ini mengingatkan kita bahwa dalam dunia suplemen, lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik. Pendekatan yang paling aman adalah menyesuaikan kebutuhan secara pribadi, berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing.
Menjaga kesehatan otak dan jantung tetap bergantung pada kebiasaan yang sudah terbukti: makan seimbang, aktif bergerak, mengelola tekanan darah, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai atau menghentikan suplemen apa pun.
Catatan:
Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum dan tidak menggantikan nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengubah pola konsumsi suplemen atau rutinitas kesehatan Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat.