“Rahasia usus sehat seperti bayi di usia 100+? Kebiasaan sederhana ini bisa bantu pencernaan dan imun lebih kuat!”
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai khawatir tentang penurunan energi, kemandirian, dan kesehatan secara keseluruhan. Mengapa ada orang yang bisa hidup sangat lama dalam kondisi relatif sehat, sementara yang lain menghadapi berbagai masalah lebih awal? Sebuah penelitian terbaru tentang seorang wanita yang hidup hingga usia 117 tahun memberikan wawasan menarik tentang bagaimana tubuh bisa menua dengan lebih baik.
Wanita tersebut adalah Maria Branyas Morera, yang lahir di Amerika Serikat namun menghabiskan sebagian besar hidupnya di Spanyol. Ia meninggal dunia pada tahun 2024 dalam usia 117 tahun 168 hari, dan sempat dinobatkan sebagai orang tertua di dunia. Sebelum wafat, ia mengizinkan para ilmuwan mempelajari tubuhnya melalui sampel darah, air liur, urin, dan feses, sehingga memberikan kesempatan langka untuk memahami rahasia umur panjang ekstrem.

Hasil penelitian menunjukkan sesuatu yang mengejutkan: sel-sel tubuhnya berfungsi seolah-olah 17 tahun lebih muda dari usia sebenarnya. Para ilmuwan menggunakan metode “jam epigenetik” untuk mengukur usia biologis berdasarkan perubahan pada DNA. Meskipun usia kronologisnya sangat tinggi, kondisi biologis tubuhnya menunjukkan proses penuaan yang jauh lebih lambat.
Selain itu, kondisi mikrobioma ususnya—yaitu kumpulan bakteri baik dalam sistem pencernaan—juga sangat unik. Biasanya, seiring bertambahnya usia, keragaman bakteri usus akan menurun. Namun pada Maria, mikrobioma ususnya tetap kaya dan seimbang, bahkan dalam beberapa aspek menyerupai bayi. Ia memiliki banyak bakteri baik seperti Bifidobacterium yang dikenal membantu pencernaan, meningkatkan sistem imun, dan mengurangi peradangan.
Lalu, apa yang membuat kondisi tubuhnya begitu luar biasa? Selain faktor genetik, gaya hidupnya ternyata sangat sederhana dan mudah diterapkan. Ia memiliki tiga kebiasaan utama yang konsisten sepanjang hidupnya.
Pertama, ia aktif bergerak setiap hari. Ia rutin berjalan kaki, sering kali hingga satu jam sehari, dan menjalani kehidupan yang dekat dengan alam. Aktivitas fisik ringan seperti ini diketahui sangat baik untuk kesehatan jantung, otot, dan juga mental.
Kedua, ia menghindari zat berbahaya. Ia tidak pernah merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Kebiasaan ini membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh, yang merupakan faktor penting dalam proses penuaan.
Ketiga, pola makannya sehat dan konsisten. Ia mengikuti pola makan Mediterania yang kaya akan sayuran, buah-buahan, minyak zaitun, dan makanan alami. Namun ada satu kebiasaan unik: ia mengonsumsi sekitar tiga porsi yogurt tawar setiap hari. Yogurt ini mengandung probiotik alami seperti Lactobacillus yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.
Bagi Anda yang ingin mencoba menerapkan gaya hidup serupa, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Mulailah dengan berjalan kaki setiap hari selama 20–30 menit. Perbanyak konsumsi makanan alami, terutama sayur, buah, dan lemak sehat seperti minyak zaitun. Anda juga bisa menambahkan yogurt tawar tanpa gula ke dalam menu harian secara bertahap. Selain itu, kurangi atau hindari kebiasaan yang merugikan tubuh seperti merokok dan konsumsi alkohol.
Namun, penting untuk diingat bahwa faktor genetik juga berperan besar. Tidak semua orang akan mendapatkan hasil yang sama. Selain itu, aspek lain seperti hubungan sosial yang baik, tujuan hidup, dan kesehatan mental juga berkontribusi terhadap umur panjang.
Kisah Maria Branyas Morera menunjukkan bahwa meskipun kita tidak bisa mengendalikan semua faktor, pilihan kecil sehari-hari dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Menjaga pola makan, tetap aktif, dan merawat kesehatan usus adalah langkah sederhana yang bisa dimulai siapa saja.
Jadi, perubahan kecil apa yang akan Anda mulai minggu ini untuk hidup lebih sehat dan panjang umur?