Gatal di telapak tangan dan kaki? Bisa jadi sinyal gangguan hati!
Gatal menjadi lebih umum setelah usia 60 tahun karena kulit yang makin kering, fungsi penghalang kulit yang menurun, dan perubahan penuaan lainnya. Meski sebagian besar rasa gatal tidak berbahaya (sering akibat kulit kering atau xerosis), gatal yang menetap atau sangat intens di area tertentu kadang bisa menunjukkan masalah kesehatan yang lebih dalam.
Dokter menekankan pentingnya mengevaluasi rasa gatal yang tidak jelas penyebabnya dan berlangsung lama—terutama bila tidak disertai ruam yang terlihat—karena ini bisa menjadi tanda kondisi sistemik seperti penyakit ginjal/hati, gangguan darah, atau bahkan malignansi. Berikut lima pola atau lokasi gatal yang banyak dianggap sebagai potensi tanda peringatan.

1. Betis dan Kaki Bagian Bawah (Terutama dengan Kulit Kering atau Pecah‑pecah)
Ini merupakan salah satu area gatal paling sering di kalangan lansia, seringkali disebabkan oleh eksim asteatotik atau dermatitis stasis akibat sirkulasi yang buruk.
Rasa gatal yang menetap di area ini—terutama bila disertai pembengkakan, kemerahan, atau ulkus—bisa menjadi pertanda insufisiensi vena, diabetes, atau masalah ginjal. Penelitian menunjukkan bahwa rasa gatal di kaki bagian bawah sering terlihat pada penyakit ginjal kronis.
2. Telapak Tangan dan Telapak Kaki
Gatal hebat yang dimulai di telapak tangan dan telapak kaki (pruritus kolestatik) merupakan tanda klasik yang harus diwaspadai.
Ini sering terkait masalah hati atau saluran empedu, seperti sirosis, hepatitis, atau penyumbatan duktus biliaris. Beberapa studi mencatat pola ini pada sebagian pasien yang mengalami jaundice (kulit dan mata menguning) dan sebagai tanda paraneoplastik pada beberapa kanker.
3. Gatal Menyeluruh di Seluruh Tubuh (Tanpa Ruam)
Gatal yang meluas, terutama saat malam atau tanpa perubahan kulit yang jelas, adalah yang paling mengkhawatirkan dokter.
Pada orang tua, kondisi ini bisa berasal dari gagal ginjal (pruritus uremik), gangguan tiroid, defisiensi zat besi, atau kanker darah seperti limfoma atau polycythemia vera. Ulasan medis menyoroti bahwa gatal umum tanpa ruam bisa menjadi tanda awal malignansi internal.
4. Punggung atau Badan (Lokal atau Menyeluruh)
Gatal yang terkonsentrasi di punggung bisa terkait dengan penyebab neuropatik, seperti notalgia paresthetica (iritasi saraf) atau neuropati diabetik.
Gatal di batang tubuh juga bisa muncul pada kondisi seperti polycythemia vera atau sebagai neuralgia pasca‑herpes zoster setelah shingles—reaktivasi virus yang umum terjadi pada lansia.
5. Kulit Kepala atau Area Lokal Tertentu (Yang Persisten)
Gatal di kulit kepala sering terjadi, namun sering diabaikan. Pada lansia, ini bisa terkait dengan dermatitis seboroik, penyebab neuropatik, atau diabetes.
Gatal lokal yang menetap di mana saja (misalnya di lengan) juga bisa mengindikasikan limfoma kutis awal atau kanker kulit lainnya, di mana beberapa penelitian menemukan hubungan antara intensitas gatal dan tingkat keparahan penyakit.
Kapan Harus Segera Konsultasi Dokter
Jangan abaikan gatal yang:
-
Bertahan lebih dari 6 minggu
-
Mengganggu tidur
-
Disertai kelelahan, penurunan berat badan, jaundice, pembengkakan, atau keringat malam
-
Menyebar atau memburuk meski sudah rutin melembapkan
Mulailah dengan perawatan lembut: gunakan pelembap bebas wangi, mandi air hangat singkat, dan gunakan humidifier di ruangan. Namun pemeriksaan lebih lanjut (tes darah, pemeriksaan kulit) penting untuk menyingkirkan penyebab serius.
Rasa gatal yang menetap perlu evaluasi profesional untuk mengidentifikasi penyebabnya. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk panduan yang sesuai kebutuhan Anda. Pengalaman individu bisa berbeda.