“Sering mimisan? Cara sederhana ini bisa membantu menghentikan dan mencegahnya secara alami!”
Mimisan, atau dalam istilah medis disebut epistaksis, adalah kondisi yang cukup umum dan biasanya tidak berbahaya. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di dalam hidung pecah dan menyebabkan perdarahan.

Mengapa mimisan bisa terjadi?
Bagian dalam hidung memiliki banyak pembuluh darah halus yang terletak sangat dekat dengan permukaan. Karena itu, iritasi ringan sekalipun dapat dengan mudah menyebabkan pembuluh darah tersebut pecah.
Meskipun sebagian besar mimisan tidak berbahaya, jika terjadi berulang kali, hal ini bisa menjadi tanda adanya faktor tertentu yang perlu diperhatikan.
Penyebab umum mimisan yang sering terjadi
Beberapa faktor sehari-hari dapat meningkatkan risiko mimisan. Salah satu penyebab paling umum adalah udara kering, yang dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi kering dan lebih rentan terluka.
Pemicu lainnya meliputi:
- Membuang ingus terlalu kuat
- Flu atau infeksi saluran pernapasan
- Alergi hidung
- Cedera ringan atau terlalu sering menyentuh hidung
Faktor-faktor ini dapat mengiritasi pembuluh darah kecil di bagian depan rongga hidung, sehingga lebih mudah pecah.
Faktor kesehatan lain yang berperan
Dalam beberapa kasus, mimisan yang berulang juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu. Walaupun lebih jarang, beberapa faktor yang mungkin berkontribusi antara lain:
- Tekanan darah tinggi
- Gangguan pembekuan darah
- Penggunaan obat pengencer darah
- Sekat hidung yang menyimpang (deviasi septum)
- Iritasi kronis pada lapisan hidung
Jika mimisan sering terjadi, penting untuk mencari tahu penyebab utamanya agar dapat mencegah kejadian di masa depan.
Apa yang harus dilakukan saat mimisan terjadi?
Saat mimisan mulai terjadi, beberapa langkah sederhana dapat membantu menghentikan perdarahan:
- Duduk atau berdiri dengan posisi sedikit condong ke depan
- Jepit bagian lunak hidung selama sekitar 10 menit
- Bernapas melalui mulut sambil tetap menekan hidung
- Kompres dingin pada batang hidung atau dahi
Langkah-langkah ini membantu menekan pembuluh darah sehingga perdarahan dapat berhenti.
Hal yang sebaiknya dihindari
Beberapa kebiasaan saat mimisan justru dapat memperburuk kondisi, seperti:
- Mendongakkan kepala ke belakang
- Berbaring datar
- Membuang ingus segera setelah mimisan berhenti
- Memasukkan tisu atau kapas terlalu dalam ke dalam hidung
Mendongakkan kepala ke belakang dapat menyebabkan darah mengalir ke tenggorokan, yang bisa memicu mual atau muntah.
Kapan harus berkonsultasi dengan tenaga medis?
Walaupun sebagian besar mimisan tidak berbahaya, Anda sebaiknya mencari bantuan medis jika:
- Perdarahan berlangsung lebih dari 15–20 menit
- Mimisan terjadi sangat sering
- Volume darah yang keluar cukup banyak
- Disertai gejala seperti pusing atau lemas
Pada umumnya, mimisan bersifat ringan. Namun, jika terjadi berulang, penting untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.